Malam harinya, Baskara datang. Ia langsung mengecup kening Aluna saat baru tiba di rumah. "Aku mandi dulu, ya. Nanti kita makan bareng," ucap Baskara. Aluna mengangguk sambil tersenyum. Usai makan, mereka duduk berdua di sofa sambil menonton. "Mas," panggil Aluna. "Ya," sahut Baskara. "Aku mau lihat surat nikah kita," pinta Aluna, pandangannya lurus. Baskara tersenyum maklum. "Ya ampun, kamu masih nggak percaya?" godanya. "Nggak, aku mau lihat saja," balas Aluna. Baskara pun beranjak. Ia pergi ke kamar, lalu kembali dengan membawa buku nikah mereka yang resmi. Aluna membukanya. Ia melihat foto dirinya dan Baskara di sana. Ia pun percaya. Ia menyadari apa yang dikatakan Santi mungkin ada benarnya. Aluna mungkin terlalu membayangkan wajah Baskara dalam mimpi, hingga ketika ia melih

