"Kok Mas Baskara tega, ya?" gumam Aluna pelan, matanya mulai berkaca-kaca. Malamnya, Baskara pulang. Usai mandi, ia duduk di samping istrinya yang masih melamun. "Gimana, jadi main?" tanyanya lembut, sambil memainkan helai rambut Aluna. "Jadi," ucap Aluna datar, matanya fokus pada layar TV tanpa menoleh. "Kamu kenapa, Sayang?" tanya Baskara, menyadari keanehan sikap istrinya. "Nggak apa-apa, Mas," balas Aluna, suaranya terdengar hambar. "Nggak mungkin. Kamu pasti mikirin sesuatu," desak Baskara, khawatir. "Nggak, kok." Aluna buru-buru mengubah posisi, langsung merebahkan diri di pangkuan Baskara, memeluk pinggang suaminya erat. "Aku cuma lemas aja, Mas. Aku kangen kamu," ucapnya, mencari perlindungan dalam pelukan itu. Baskara merasakan ketegangan dalam tubuh istrinya. Ia mengelus

