Setelah semalaman di rumah sakit, esok harinya Arumi pulang. Ia dengan diantar sang suami menuju apartemen. Reza meluangkan waktu untuk menemaninya dan meninggalkan pekerjaan. Arumi memilih lebih banyak diam. Sebagai calon ibu sudah barang tentu terpukul dengan kejadian ini. Ia benar-benar butuh pendamping. Dan Reza melakukan hal yang tepat. Sejak berada di rumah sakit ia yang melakukan semuanya, melayani Arumi dengan penuh kasih. "Ikhlaskan, ya! Semoga segera diganti dengan anak kedua." Reza mengusap punggung tangan Arumi di sela-sela menyetir mobil. "Iya, Mas." Arumi mencoba tersenyum walau hambar. "Bagaimana kalau kita bulan madu lagi? Sepertinya yang kemarin itu hasil dari bulan madu kita di puncak," ujar Reza kemudian. Arumi menoleh. Ia heran dengan suaminya ini, bisa-bisanya mem

