Sore itu, Arumi terlelap tanpa sadar. Ia berniat hanya untuk sekadar istirahat membaringkan tubuhnya. Namun, siapa sangka jika alam bawah sadar menariknya. Ia terbangun entah jam berapa. Namun, ruangan kamar sangat gelap hingga mengejutkannya. Arumi perlahan bangun dengan tangan yang meraba-raba sebagai pengganti mata yang tak bisa melihat. Ia mencoba mencari ponselnya untuk menyalakan penerangan. Satu langkah, dua langkah. Arumi tak mendapatkan ponselnya. Ia kembali mengingat-ingat di mana terakhir kali menyimpannya, kemudian mencari ke tempat yang diingatnya tapi tak juga ditemukan. Hingga tiba-tiba terdengar suara kenop pintu terbuka. Seseorang tampak masuk, terlihat dari sedikit bayang-bayangnya yang dimakan gelap. Arumi segera waspada. Ia mundur dengan teratur mencari posisi untuk

