Reza kembali pergi mencari keberadaan Arumi. Ia tampak frustasi terlebih lagi saat para anak buahnya memberitahu wanita itu tak ditemukan. Reza mengumpat sangat kasar. Vera bisa melihat, hal yang membuat Reza frustasi karena ia takan mendapatkan lagi kesempatan. Setelah ini, Vera akan menggugatnya cerai tentu saja. Setelah Vera bisa memastikan bahwa Reza telah pergi. Ia segera mencari ponselnya. Rasa penasarannya tak bisa lagi ditunda hingga esok pagi, padahal ini sudah malam. Nada sambung telepon terdengar begitu nama kontak Arumi ia hubungi. Vera menunggu cukup lama, hingga akhirnya teleponnya tersambung. "Ah, akhirnya diangkat juga. Aku pikir Mbak sudah tidur." "V-Ver? Maafkan aku …," ucap Arumi. Ia terdengar tak enak hati pada Vera. "Tenang saja, Mbak. Jadi gimana, apa yang terjad

