Bab 44

1017 Kata

"Selamat pagi, Sayang!" sapa Reza saat melihat istrinya sedang menuruni anak tangga. Vera baru saja terbangun dan memutuskan untuk turun ke bawah. Tanpa menjawab sapaan suaminya, Vera menghampiri dan duduk di kursi yang ditarik Reza bermaksud mempersilakan. Roti sandwich dengan isian telur goreng dan sayur serta saus tomat tersaji di atas meja. Reza menyiapkan semua ini dan menyambut pagi Vera. Sekuat tenaga pria itu takan pernah mengusik kedamaian hati istrinya. Tentu saja semua dilakukan demi mengambil hati istrinya itu. Jangan sampai usahanya hingga saat ini sia-sia begitu saja. "Ada apa pagi-pagi sudah datang? Apa kamu memerlukan sesuatu?" tanya Vera jutek. Ia tahu betul niat busuk pria di depannya. "Hei, ayolah, Sayang. Aku hanya sedang berlaku adil untuk kedua istriku. Jadi, jang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN