Merasa bosan dengan keadaan, Vera menarik dirinya untuk mengambil minuman yang tersedia. Bersamaan dengan itu sebuah tangan kekar juga mengambil gelas yang sama. "Maaf, Nona. Silahkan, aku ambil yang lain," ucap pria itu penuh hormat. "Vian?" gumam Vera saat mendapati wajahnya. "Ah, Vera! Kamu di sini juga ternyata?" balas Sofian. Ia segera mengambil gelas lain, kemudian mengedarkan pandangan mencari pasangan Vera. "Kamu datang sendiri?" tanya Vera, matanya juga mengintai sekitar barangkali ada wanita yang membersamai pria di depannya. "Tentu saja." Vian tersenyum lebar. "Setiaku masih untukmu," bisiknya kemudian. Vera mendesah halus. "Mana suamimu?" tanya Sofian kemudian. "Dia sedang asyik dengan rekan bisnisnya. Kenapa kamu malah sendiri?" "Aku tidak terlalu suka dengan pesta. A

