Bab 46

1661 Kata

Untuk beberapa saat Arumi terdiam di kamar mandi. Bisa-bisanya Reza datang sepagi ini. Ia masih belum siap menahan diri untuk bersikap biasa-biasa saja terhadap suaminya itu. Tak ingin sampai Reza menggedor pintu, Arumi segera membersihkan diri. Pria itu tak ada di tempatnya. Entah ke mana, ini menjadi kesempatan Arumi untuk bergegas mengenakan pakaian. Satu minggu ke depan ia akan membersamainya. Ah, apakah Arumi akan tahan? Bergegas Arumi turun ke lantai bawah, didapatinya Reza tengah duduk santai di ruang tengah. Mau tak mau Arumi menghampirinya. "Mas, gak kerja?" tanya Arumi kemudian, ia mendudukkan diri di samping Reza. "Ada yang harus aku bicarakan Arumi." "Tentang apa lagi?" "Ayo kita segera selesaikan semuanya." Kedua alis Arumi bertautan, ia heran maksud dari ucapan suaminy

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN