Reza masih diam di apartemen. Ia tak bisa meninggalkan tempat itu, bahkan ia enggan kembali ke rumah utama. Reza mukai menyesal karena tidak jujur sejak awal. Mungkin jika dia bilang dari sebelum mereka menikah, Reza takan jatuh cinta terlalu dalam seperti sekarang. Sakit, itu yang Reza rasakan. Ini lebih sakit dari saat mengorbankan Arumi demi kekayaan yang Vera miliki, karena saat itu tujuan Reza untuk kebahagiaan Arumi juga nantinya. Ia terus menangis meratapi kepergian Arumi yang entah kembali lagi atau tidak. Tiba-tiba ponselnya berdering, nyaring sekali. Satu panggilan dari Vera. Tentu saja Reza enggan mengangkatnya karena itu hanya akan membuat kepalanya terasa sakit. Namun, ternyata Vera tak menyerah begitu saja, ia terus menghubungi Reza berulang kali. Bising karena mendengar d

