Pagi hari di daerah pegunungan jelas berbeda dengan perkotaan. Suhunya lebih dingin mungkin hingga min sekian dibandingkan di kota. Bahkan sejak malam rasa dingin itu sudah menyelimuti kesendirian Arumi di kamarnya. Ia menggunakan selimut hingga menutupi kepalanya. Hawa dingin yang menusuk membuatnya enggan beranjak dari tempat tidur barang sejengkal pun. Namun, ia tetap memaksakan diri karena kewajiban sebagai seorang muslimah harus ditaati. Kakinya melangkah dengan malas menuju kamar mandi. Tubuhnya menggigil saat menyentuh air untuk kemudian berwudhu. Rasa malas itu entah kenapa teramat sangat melekat di tubuhnya pagi ini. Sehingga Arumi hanya mendirikan sholat fardhu, kemudian tidur kembali setelah berdoa. Hingga menjelang jam delapan pagi, saat sinar mentari mulai masuk melalui cel

