Istirahat siang, selesai menerima pasien terakhir, Raka segera menuju rumahnya. Harap harap seseorang memasakkan untuknya seperti hari-hari sebelumnya. Namun, saat ia membuka tudung saji. Tak ada apa pun makanan seperti halnya jika ia tinggal seorang diri. 'Ah, padahal hanya dua hari. Sepertinya aku terlalu membiasakan diri!' batinnya. Raka pun segera membuka kulkas mencari sisa bahan makanan yang mungkin bisa diolah. Sedikit sayuran dan telur, Raka memutuskan untuk memasak nasi goreng. Pagi tadi, ia memang sempat menanak nasi di rice cooker. Raka memasak sendiri sebisa-bisanya. Ia pikir, toh yang makan dia sendiri. Namun, setelah nasi siap dimakan tiba-tiba Salma keluar dari kamar. Matanya bengkak mungkin karena habis menangis. Dia duduk di meja makan ingin ikut makan juga. "Kamu bena

