Setelah mengganti pakaiannya, Arumi kembali duduk menunggu di ruang dokter Raka. Ia kembali edarkan pandangannya, mengamati benda-benda di sekitar. Agaknya, Raka merupakan pria yang suka kebersihan dan kerapian. Tak lama dari itu, dokter Raka kembali. "Emmm, a-aku mau ke mandi dulu. Bu Arumi, bisa tunggu sebentar?" Raka merasa canggung karena ada seorang wanita di ruangannya. "Ah, Dok, santai aja. Panggil aku Arumi aja!" ucap Arumi terdengar akrab. "Ah, ya. Arumi, tolong tunggu sebentar!" sahut dokter Raka mengulang. "Silahkan, Dok!" jawab Arumi dengan senyuman mengembang. Raka melepaskan jas putih kebanggaannya, kemudian menuju kamar mandi bermaksud membersihkan diri. Tak lama dari itu, Raka keluar kemudian ia kembali pergi. Arumi tak banyak bertanya, ia memainkan ponselnya yang sebe

