Esok harinya, Vera segera menghubungi Raka. Mereka akan bertemu di sebuah tempat sebelum memutuskan untuk menuju ke tempat Arumi. Sengaja mereka datang pagi-pagi agar tak ada yang membuntuti. Raka dengan semangat bersiap untuk menemui seseorang yang mengisi kepalanya belakangan ini. Ia mengenakan kemeja terbaik dipadukan dengan celana slim fit sesuai gayanya. Tak lupa jam tangan ia pasang di pergelangan kiri, serta semprotan parfum ke sekeliling tubuhnya. "Pagi-pagi udah wangi? Mau ke mana?" Salma muncul dari ambang pintu. Raka lupa tidak menutup pintu kamarnya. "Emm, itu … ada panggilan." "Panggilan?" "Ya. Pasien yang rumahnya jauh, biasanya memanggil aku untuk datang." "Wah, boleh aku ikut?" Salma antusias. "Emm, maaf, Salma. Aku mau bekerja bukan jalan-jalan." "Tapi kan bisa sek

