Bab 24 : First Dating Di Mall

1927 Kata

Jam dinding di kamar Yena baru saja menunjukkan pukul enam sore. Cahaya oranye lembut dari luar jendela sudah meredup, digantikan pantulan lampu kamar yang hangat. Kamar itu kini terasa bersih dan wangi setelah mereka menghabiskan waktu mandi bersama—mencuci sisa-sisa keringat dan lelah dari sesi pagi yang panjang dan brutal. Yena duduk di bibir ranjang, rambut pendeknya basah dan menetes di bahu. Dia hanya mengenakan kaus kebesaran Hao yang panjangnya sampai paha. Tubuhnya terasa remuk, terutama bagian pinggang dan paha dalam yang terasa ngilu. Hao, yang sudah berpakaian lengkap dengan kaus hitam dan celana jeans, duduk di sofa kamar, mengikat tali sepatu kanvasnya. Suasana hatinya terasa jauh lebih ringan, kontras dengan sikapnya yang menuntut pagi tadi. Dia menoleh, menatap Yena yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN