Bab. 13. Risang Tidak Menyesal.

1388 Kata

"Emm, i-itu bukan Risang, Pa. Sejak aku pergi semalam, dia belum menghubungiku." "Lalu siapa? Kenapa mengganggu sekali?" "Ini seseorang yang anaknya aku berikan donor ASI." Helaan nafas panjang keluar dari bibir Kalingga. Lelaki paruh baya itu menatap putrinya dengan tatapan lembut. "Papa mendukungmu, Anandini. Dan aku juga minta maaf karena pernikahanmu tidak berjalan sesuai yang kau inginkan," ucap Kalingga pada akhirnya. Anandini masih bisa tersenyum, meski rasa sakit hatinya begitu perih terasa. Semua akan dia lalui dengan mudah jika kedua orang tuanya selalu mendukungnya. "Asal kalian bersamaku, aku akan baik-baik saja," ucap Anandini. Kalingga bangun dari tempat duduknya, dia merangkul anaknya itu, sekalugus pamit akan pergi ke kantor. "Papa akan berangkat ke kantor. Kalau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN