Sebuah Kasus

1871 Kata

"Hei!" Gavin mencoba membuka pintu, namun pintu terkunci dari dalam. Hingga terdengar suara pintu terbuka, Gavin mundur untuk membiarkan Najwa keluar. "Aku tidak ingin bertanya, tapi jika kau mati disini, aku tak mau disalahkan." Nadia mencebik, wajahnya sedikit pucat namun dia acuh "Sudah ya, aku pergi," ucapnya dengan meraih tasnya untuk bergegas pergi. Gavin mengeryit lalu mengedikkan bahu acuh, dia juga harus segera pulang. *** "Hai, Naj." Najwa baru saja tiba di restoran saat Amar menghampirinya dengan senyuman paling tampan. "Hai," balasnya. "Aku dari tadi disini, kamu kemana aja?" Amar mengikuti Najwa duduk di sebuah kursi. "Amar, ada sesuatu yang mau aku tanyain sama kamu." "Hm, apa?" "Sebenarnya kamu bicara apa sama Sarah?" Amar mengerutkan keningnya "Apa?" "Aku jelas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN