Dua hari ini Najwa membantu Gavin melakukan segala sesuatu sebab kondisi pria itu yang masih sakit, mulai dari mengganti pakaian hingga mengganti perban. Sudah dua kali Najwa melakukannya, tapi tetap saja dia merasa canggung saat di depannya Gavin bertelanjang d**a. Najwa ingin memejam, tapi bagaimana dia bisa melihat dimana luka yang harus dia rawat jika begitu. Masalahnya dengan mata terbuka Najwa juga jadi melihat yang tak seharusnya dia lihat, d**a bidang, perut berotot, bahkan punggung Gavin yang di penuhi tato. "Masih saja canggung?" Gavin terkekeh melihat Najwa hanya menunduk. "Harusnya minta Mas Lukman ngelakuin ini." Najwa mencebik. "Lukman sibuk dengan pekerjaannya." "Aku baru tahu Mas punya perkebunan?" dia bahkan bertanya- tanya apa pekerjaan Gavin kemarin, lalu kemarin

