Bukan tentang sebuah nafsu, meski Gavin mengakui jika dia selalu menikmatinya. Namun, Gavin ingin Najwa tak takut lagi padanya, jadi dia terus menggoda gadis itu dengan terus memberikan sebuah ciuman, di setiap waktu jika mereka bersama, hingga dia bisa melihat pipi Najwa bersemu karena ulahnya, dan Gavin akui jika itu sangat menyenangkan untuknya, sebab perlahan Najwa tak lagi menunjukkan rasa takutnya, dan terus tertawa dan tersenyum saat berada di dekatnya. "Setelah lulus apa rencana kamu?" tanya Gavin saat Najwa mengerjakan tugas terakhirnya. Najwa terdiam, entah apa, dia tak tahu, sebab Najwa tak yakin jika dia bekerja, dia akan kuat dengan kondisinya yang semakin lama semakin melemah, Najwa merasa dia semakin cepat lelah dan tubuhnya kerap merasa sakit jika sudah mengerjakan sesuat

