Gavin menatap ponselnya dengan gelisah, kenapa Najwa tidak menghubunginya, apa harus dia yang menghubungi lebih dulu? Tapi tidak boleh, bagaimana nanti dia harus bicara? Alasan apa yang akan dia katakan untuk menghubungi Najwa? Gavin melempar ponselnya, sungguh merepotkan, sejak dulu tak ada dalam sejarahnya dia menghubungi wanita, selalu para wanita yang menghubunginya, termasuk yang terakhir Nadia. Tapi, tentu saja Najwa berbeda kan? "Aku pulang tepat waktu kan?" Mario memasuki kamar Gavin "Ada apa denganmu?" raut wajah Gavin tak menyenangkan untuk dilihat. "Tidak ada." Mario mendudukan dirinya di sofa lalu melihat sekitarnya. "Dia belum pulang? Itu yang membuat mu gelisah?" Gavin menggeleng "Entahlah." dia juga bingung. Mario menegakkan tubuhnya, dan menghadap Gavin dengan seriu

