Kambing Hitam

1109 Kata

"Selamat siang, Tuan." Sapa Jeki. Gavin mengangguk dan memasuki gudang semakin dalam hingga dia menemukan beberapa ruangan berjajar dengan pintu yang memiliki jendela kecil dan hanya di pasangi besi dan berfungsi sebagai satu- satunya lubang udara agar bisa masuk Gavin masuk dan menemukan sosok terikat yang sudah lemas sebab tiga hari ini tak dia beri makan. "Haus, air.." hanya itu yang dia gumamkan, bibirnya kering bahkan tenggorokannya pun tak mengalirkan air liur untuk memuaskan dahaganya. "Bagaimana ini, seharusnya kau pikirkan ini sebelum kau melakukan kejahatan." Gavin duduk di sebuah kursi setelah Jeki menyalakan lampu kuning yang begitu menyilaukan mata. "Kau," lirihnya. Gavin menyeringai "Kau ingin air?" Gavin menyimpan sebotol air di depannya, "Aku harap pertanyaan ku kali

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN