Hari Ini Dan Masa Lalu : Part 2

1716 Kata

Kak? Pesan itu sampai. Tapi tak digubris sama sekali. Sekian lama ia menahan diri. Namun akhirnya tak kuat juga. Ia roboh begitu selembar foto mencuat di antara lembaran kertas yang baru saja berterbangan karena angin kencang menerpa jendela kamar yang terbuka. Kemudian terdengar suara sesenggukan yang berupaya ditahan. Meski akhirnya menguar juga dan menjadi tak tertahankan. Saat ia hendak berdiri, kakinya mendadak beku. Matanya tak sengaja menatap satu bingkai foto yang berdiri tegak di atas meja. Wajah sayu yang dulu selalu tersenyum dan selalu melihat ke arahnya. Wajah yang kini sudah tak dapat dilihatnya. Wajah yang selalu membuat luka batin baginya. Merasa bersalah atas semua yang terjadi. Andai.....andai......semua berlangsung indah saat itu, mungkin ia masih di sisinya bukan?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN