PROLOG

537 Kata
  Ketika pertama kali Tuhan meniupkan nyawa pada seonggok daging yang diberi nama Adam, hanya satu makhluk yang tak pernah bersedia berlutut padanya. Iblis. Dia mengatakan, Adam lebih lemah daripada dia yang diciptakan dari api. Nyatanya, dia sedikit keliru tentang hal itu. Kami menyebutnya manusia, makhluk yang esensinya paling kuat dibandingkan dengan intisari penciptaan malaikat dan iblis. Api ketika menyentuh tanah, hanya akan membuat tanah itu semakin kuat dan kokoh, dan cahaya tak akan pernah bisa menghancurkan tanah, cahaya hanya akan terhalang oleh tanah dan tak berarti. Akan tetapi manusia memiliki satu kelemahan yang mampu membuatnya tak berdaya, harapan. Satu-satunya hal yang bisa mengoyak esensi terkuat yang pernah diciptakan Tuhan, harapan — “Kau salah! Kau salah, b******n!!!” Dia berteriak dengan sangat kencang, sambil menendang s**********n seorang pria yang baru saja merobek bajunya. “Harapan membuatku ingin bertahan hidup, harapan menguatkanku! Kau salah, Pak Tua b******k!” sambil berlari dengan nafas yang terengah-engah dia terus mengumpat dalam hatinya. Mengutuk siapapun yang pernah membuatnya harus mendengar omong kosong tentang sebuah harapan. “Argh!” dia memekik ketika tubuhnya kembali terpelanting ke tanah. Pria itu, dengan wajah beringas, siap memangsanya. Tak cukup hanya merobek pakaiannya, pria itu menjambak rambut panjang kecokelatan itu. Walau meronta, kekuatan pria itu sungguh di luar jangkauannya. “Kau akan menyesal! Lepaskan aku, B0doh!” Tanpa mengucapkan satu patah kata pun, pria itu melempar gadis itu hingga tubuh ringkihnya menubruk dinding. Gadis itu mengerang kesakitan, tapi pria itu tak memiliki rasa iba. Matanya gelap oleh gairah membunuhnya yang membara seperti api unggun. Tangan perkasanya melesat cepat mencengkram leher kecil si gadis, mengangkatnya ke udara. Kaki gadis itu bergerak-gerak berusaha menendang kaki pria itu, namun jalan udaranya tertutup sehingga tubuhnya sesak menjadi lemas. “KAUU AKAAN JADI MILIKKU! Hahaha!” “Jangan mimpi!” Tubuh Pria itu mendadak terlempar sangat jauh lalu berhenti setelah punggungnya menghantam sebuah tembok seusai seseorang menyentuh lengannya. Pria itu kesulitan untuk bangkit tapi tak menyerah, dia berdiri dengan susah payah, lalu menyerang orang yang telah mengganggunya untuk mendapatkan kenikmatan itu. “Dasar keras kepala!” Brakkk! Terdengar suara tengkorak pecah, kepala pria itu telah hancur di bawah sebuah tangan yang tampak mengerikan, kulit tangan itu tampak menghitam dan berkuku sangat panjang. Si gadis itu gemetar di tempatnya, dia mendongak untuk melihat pemilik tangan mengerikan yang telah menghancurkan sebuah kepala sampai tak bersisa. “Ta-tanganmu ku-kuat se-se-sekali.” Gadis itu meracau setelah melihat sosok pria jangkung yang wajahnya tampak samar di matanya. Tangan pria itu ditarik, darah pun menetes dari ujung kukunya yang tajam, membuat gadis itu bergidik ngeri hingga merangsek mundur. Kini rasanya, harapan yang dia banggakan bisa membuatnya ingin bertahan hidup seolah menguap saja setiap kali matanya menangkap tetesan darah itu menyentuh tanah. “Dengar … dengar, ak-aku … ehem … sialan! Ku mohon jangan bunuh aku!” kalimat terakhirnya begitu cepat terucap dari bibir pucat gadis itu. Pria bertangan mengerikan tersebut mengangkat tangannya tinggi. “Oh Ya Tuhan, kau akan ….” Dan dia tidak sadarkan diri. “Merepotkan sekali,” gumam pria itu sembari menatap datar pada gadis itu. Tangannya yang mengerikan itu perlahan berubah menjadi tangan manusia yang normal. Dia mengulurkannya pada kepala gadis yang pingsan itu. “Dasar manusia lemah.” ____ April 22, 2021
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN