Dahi Renata berkeringat dingin, wanita itu sedang berhadapan dengan seorang wanita tua yang akan membantu menggugurkan kandungannya. “Kamu yakin, sudah siap? Tapi, saya masih ada urusan sampai satu minggu ke depan. Kalau Neng mau tunggu, boleh saja,” ucapnya. Renata mengangguk, ia setuju untuk melakukan perbuatan tercela itu satu minggu lagi. “Ini sangat berisiko, Nak. Ini bisa menyebabkan kematian untukmu. Kalau masih belum yakin, coba ke dokter dulu untuk melihat posisi bayimu,” ucap sang nenek sembari melipat kain di tangannya. Renata mengangguk, ia menyetujui saran sang nenek. Demi apa pun Renata tidak ingin mati konyol, karena masih ada dua adiknya yang harus ia biayai. Akan jadi seperti apa Cecilia dan Sergio jika Renata tidak ada. Renata berpamitan setelahny

