Seusai kepergian Renata, Jayden masih terdiam. Pria itu benar-benar tidak paham mengapa Renata bertingkah sangat aneh seperti itu. “Tujuan Renata kemari hanya untuk meminta parfum? Lalu, kenapa parfummu yang dibawa?” gumam Jayden heran. “Lalu, jaket? Jaket apa yang Renata maksud?” Pria itu mencoba untuk mencari tahu, Jayden ingat Renata menyebut jaket kotor. Pria itu langsung berjalan menuju ruang cuci, ada jaket wanita yang tergeletak di lantai. Jayden terkekeh ringan, “Mungkin jaket ini yang Renata maksud. Apa dia tidak melihat hang tagnya yang masih utuh? Bukannya dulu dia sendiri yang menolak jaket ini karena terlalu mahal?” “Dia salah paham, apa dia cemburu? Ah, kacau! Pikiranku kacau sekali!” Jayden segera mencari baju untuk ia kenakan, sedari tadi ia hanya t

