Jayden membuka matanya perlahan. Renata masih ada di sampingnya, itu sudah cukup. “Sayangku, bangun. Saya pesankan makanan dulu, setelahnya kita sarapan bersama.” Renata menggeleng dan kembali menyelimuti tubuhnya hingga sebatas leher. “Ren, kamu belum makan sama sekali. Saya mohon, makan sedikit saja. Kamu mau makan apa, hmm?” tanya Jayden. Renata membuka matanya perlahan, ia sudah tidak cukup memiliki tenaga saat ini. Ditambah ia juga tengah hamil muda. “Aku nggak akan makan, sebelum kamu lepasin aku. Aku mau pulang!” lirih Renata. Jayden menatap Renata dengan sendu. Jika ia melepaskan wanita itu, berarti dirinya harus sudah siap kehilangan bayinya. “Rena, saya sangat mencintai kamu. Tidak bisakah, kamu mengasihani saya sedikit saja. Tolong, saya mohon jan

