Serra akhirnya kembali sadar, mulai terjaga dari pingsannya. Matanya pun mulai mengerejap dan akhirnya terbuka lebar, kemudian mulai mengedarkan pandangannya ke sekitarnya dan tahu persis kalau sekarang ia ada di dalam kamarnya, kamar suaminya lebih tepatnya dan ketika ia ingat lagi apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu di mana ia menangisi jenazah sang ayah, hatinya pun kembali pilu. Serra menangis tersedu-sedu dan berniat kembali ke rumah sakit, ingin menemui ayahnya. "Ayah ... ayah ...." Namun, kepalanya tiba-tiba merasa pusing karena ia beranjak dari tempat tidur terlalu mendadak, membuatnya memegangi kepalanya terlebih dahulu, menetralkan rasa pusing yang ia rasakan. Tanpa sengaja Serra melihat selembar kertas di atas tempat tidur, membuatnya pelan-pelan duduk, kemudian membaca

