Ethan sungguh tidak konsentrasi menghandle meeting pagi itu. Untungnya keprofesionalannya membuatnya bisa melobi klien kakap dari luar kota untuk menjalankan bisnis dengannya dan akan mulai melaksanakan proyek di luar kota yang akan diwakilkan pada manajernya mulai Minggu depan. Saat ini, Ethan sungguh gelisah membayangkan istrinya. Bagaimana jika istrinya bangun nanti? Alangkah sedihnya dia. Apa juga yang akan dipikirkan oleh istrinya saat terjaga? Apa Serra akan mencelakai dirinya karena merasa tidak memiliki pegangan lagi setelah sang ayah meninggal? Rasa takut mulai menyerang hatinya, membuatnya tidak fokus dan setelah selesai meeting ia bahkan tidak menghabiskan kopinya lagi, tapi langsung berlari meninggalkan restoran, pulang ke kediamannya untuk menemui sang istri. Kini ia sudah

