Serra sungguh terkejut mendapati kenyataan di saat ia membesuk ayahnya di minggu kedua pasca operasi, di mana dokter Gio yang sudah mulai akrab dengannya, selalu mengajaknya sarapan bersama berbincang-bincang begitu leluasa, bahkan tidak segan untuk bicara santai saat ini dengannya, kini tiba-tiba mengabarkan hal buruk terkait kesehatan ayahnya. Seharusnya hari ini atau besok, ayahnya sudah diperbolehkan pulang, tapi tiba-tiba semalam terjadi serangan jantung mendadak pada sang ayah dan ketika diperiksa ada saluran arteri yang tersumbat yang harus dioperasi kembali dan itu membuat kaki Serra begitu lemas, serasa lantai pun tidak bisa dipijak lagi. Pertahanannya runtuh. Keinginannya untuk membawa ayahnya pulang ke sebuah kontrakan yang sudah disewakan oleh suaminya kandas berganti kepedih

