“Kamu sudah datang, Serra?” Suara dokter Gio membuyarkan lamunan Serra yang sedang berjalan gontai ke arah kamar ayahnya. Ia buru-buru tersenyum lalu membalas sapaan dokter tampan yang selama ini merawat ayahnya. “Iya, Dok. Saya baru saja sampai.” “Apa pak Ethan tidak marah kamu ke rumah sakit setiap hari?” Jujur dr. Gio heran melihat kedatangan Serra setiap hari ke rumah sakit. Bukannya tak suka, Gio sangat suka berbincang-bincang dengan Serra yang begitu cantik jelita. Hanya saja ia merasa aneh seorang pelayan seperti Serra, dibebaskan kelayapan setiap hari ke rumah sakit. Kapan lagi Serra membersihkan rumah Ethan? Itu jelas membuat Gio penasaran. “Om Ethan malah yang mengantar saya ke sini, Dokter,” ucap Serra tersenyum. “Wah, pak Ethan baik banget, ya!” puji Gio tak menyangka.

