Rasanya begitu berat untuk kembali ke kantor. Itu yang dirasakan oleh Ethan saat ia selesai dengan santap siangnya. Sepanjang makan siang tadi, tak henti-hentinya ia menatap wajah cantik istrinya. Dengan gaun rumahan saja, istrinya tampak begitu cantik, menampilkan setengah bahunya, sungguh membuatnya tergila-gila. Apakah ia bisa konsentrasi selama di perusahaan nanti? Semakin hari Ethan semakin tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Namun, ia tidak peduli. Ethan hanya akan mengikuti hatinya saja yang saat ini begitu gembira dan senang saat berada dekat dengan istrinya. Dengan berat hati Ethan pamit pada sang istri untuk kembali bekerja. “Aku pergi dulu. Aku akan pulang jam 04.00 sore. Dandan yang cantik seperti ini setelah aku pulang nanti. Paham!” “Iya, Sayang.” Serra tersenyum lembut

