“Kami pulang, Ma.” Feni terkejut melihat putranya tiba-tiba kembali di siang hari, padahal selama ini putranya tidak pernah sekalipun kembali saat makan siang dengan alasan selalu makan siang di luar bersama klien juga dengan sekretarisnya. Apa gerangan yang terjadi? Jangan katakan Ethan akan terus pulang saat jam makan siang. Ini benar-benar gawat. Kapan lagi ia bisa menyiksa menantunya kalau begini caranya? “Kenapa kamu pulang, Ethan?” “Memangnya kenapa, Ma? Apa aku nggak boleh pulang ke kediamanku sendiri?” omel Ethan sambil menarik tangan sang istri mendekati sang mama. Feni sedikit gugup. “Aneh aja. Kamu ‘kan nggak pernah pulang siang hari, nggak pernah mau makan siang di rumah?” “Mulai hari ini dan seterusnya aku akan makan siang di rumah,” pungkas Ethan. “Apa ini karena istri

