Aqueena meringis kesakitan sepanjang perjalanan menuju kediaman lelaki yang membantunya dari para Sontan. Awalnya Aqueena sedikit waspada lantaran dirinya sama sekali tak mengenali lelaki yang menolongnya dari para Sontan, ditambah lagi ekspresi lelaki itu ketika membakar para Sontan tak ubahnya seperti psikopat terlanjur gila. Satu-satunya hal yang membuat Aqueena mau mengikuti lelaki berperawakan tinggi berhiaskan rambut ungu itu—selain karena segel di kakinya—adalah karena Bella. Meskipun Aqueena membenci Bella, namun Aqueena tak bisa mengabaikan Bella yang sedang pingsan. Jika terjadi sesuatu pada Bella, Aqueena pasti akan menyesal seumur hidup. Aqueena tak ingin ada Claryna yang lain, yang meninggal karena dirinya yang lemah. Lelaki itu membawa Aqueena beserta Bella dalam gendonganny

