Awan mendung masih setia berada di atas langit tanpa ingin menurunkan hujan. Suatu keberuntungan tersendiri bagi dua gadis yang terus berjalan ke tengah hutan, tepatnya hanya Bella yang berjalan sembari menggendong Aqueena yang tak sanggup lagi menahan sakit di kakinya. Setidaknya, Bella merasa beruntung karena tidak harus menghadapi panas dan hujan sebab di hutan Bella tidak menemukan adanya rumah untuk persinggahan, jangankan rumah, gubuk pun sedaritadi tidak terlihat. Hutan itu benar-benar sepi, yang terdengar hanyalah suara binatang yang saling sahut-sahutan. Hal itu membuat Bella sedikit bergidik, tetapi Aqueena terus meyakinkan gadis itu bahwa Aqueena masih punya tenaga untuk melawan binatang manapun yang berani mendekat. Mendengar Aqueena berkata demikian membuat Bella merasa gadis

