51. PERDEBATAN

2017 Kata

Maria melepaskan pelukan Sarka. Dengan sorot mata lemah ia menggeleng dan menangkup wajah putra bungsunya itu. Maria terisak, matanya sudah sembab karena air mata yang tidak berhenti mengalir. "Ibu tahu." Vokal Maria melemah. Ibu jarinya mengusap kedua mata putranya. Meskipun masih menangis sesenggukan, Maria memaksa diri untuk tersenyum. "Ibu tahu kalau Sarka sama merasa kehilangan bang Alan, ibu tahu perasaan Sarka. Kita sama-sama terluka dan nggak bisa terima kalau bang Alan udah meninggal, karena ..." Maria mengambil jeda sejenak untuk menarik napas dalam-dalam, sementara Sarka tidak beralih menatap bola mata Maria. "... Karena baik ibu maupun Sarka sangat menyayangi bang Alan, ibu belum bisa terima ini semua, Sarka juga pasti begitu, kan? Tapi ibu mohon sama kamu nak, jangan menyala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN