Ingatannya Kembali

1101 Kata
Sepanjang perjalanan menuju pulang, Ariana terus memikirkan seseorang yang tengah terbaring tadi. Wajah gadis itu sangat mirip dengannya, dan ia yakin kalau gadis itu adalah Arabella. Gadis yang membuat semua orang tertohok saat melihat wajahnya. Kini ia mengerti kenapa Abimanyu dan juga yang lainnya mengatakan kalau ia sangat mirip dengan Arabella, kini ia tahu kalau ia dan gadis itu memang memiliki banyak kesamaan. Pandangan Ariana kini ia arahkan pada Abimanyu yang sedang duduk di sampingnya, ia bisa melihat kalau pria ini hanya diam mematung dengan pandangan lurus ke depan. Apa ia sudah mulai ingat dengan kekasihnya, dan apa ia sudah sadar kalau orang yang ada di sampingnya bukanlah kekasihnya, melainkan orang lain yang hanya kebetulan memiliki kemiripan. “Mas Abi?” panggil Ariana. Abimanyu melihat ke arah Ariana, tapi ia tak mengatakan apapun. Namun, ada yang aneh dengan sikapnya, biasanya pria ini akan selalu memegang tangannya tapi kini pria ini hanya diam dan tak menempel seperti tadi saat mereka berangkat ke rumah sakit. Apa dia sudah mulai sadar? Ariana hanya mampu diam, meski dalam hatinya ia berharap kalau Abimanyu mulai ingat siapa kekasihnya dan ia juga berharap kalau Abimanyu sembuh agar ia bisa bebas dari pekerjaan ini. Sebab, perjanjian pekerjaan ini hanya berlaku sampai Abimanyu sembuh. Sedangkan Abimanyu sendiri, saat ia melihat Arabella yang terbaring di rumah sakit. Ingatannya mulai kembali, saat melihat Arabella yang terbaring tak berdaya. Kejadian naas itu muncul bagai siluet dalam memori ingatannya, ia mulai mengingat bagaimana kecelakaan itu terjadi. Dan ia juga mulai ingat kalau kekasihnya memang tengah koma karena dirinya. Pertengkaran mereka kala itu rupanya telah membuat mereka terpisah seperti sekarang ini. Gadis yang ada di sampingnya ini, dia bukan Arabella. Abimanyu menoleh sebentar ke arah Ariana. Bisa ia pastikan kalau gadis ini memang bukan kekasihnya, akan tetapi mereka memiliki kemiripan sampai 90% dan Abimanyu akui itu. Namun, mengapa mereka terlihat sangat mirip. Terdengar helaan nafas dari mulut Abimanyu, Ariana pun menoleh sebentar dan ia lihat kalau Abimanyu tengah memegang kepalanya. Ia tampak kesakitan, mungkin karena Abimanyu terlalu keras mengingat memori masa lalunya. “Mas Abi, kau tidak apa-apa?” tanya Ariana. Abimanyu pun menggeleng, ia kembali memasang mode diam dan tak bergerak. Ia masih penasaran dengan Ariana, ia mencoba mengingat dimana ia bertemu dengannya. Dan ia juga ingin tahu kalau sebenarnya gadis ini adalah gadis jahat ataukah gadis baik. Ataukah ia sedang memanfaatkan Abimanyu demi mendapatkan uang, karena wajahnya yang sangat mirip dengan Arabella. Untuk sementara Abimanyu tidak akan mengatakan apapun, ia akan menyelidikinya sendiri siapa Ariana. — Di rumah sakit sendiri, Arabella yang saat itu masih terbaring koma. Tiba-tiba saja ia mulai bergerak dan membuka matanya. Kejadian itu terjadi saat Abimanyu memegang tangannya dan memanggil namanya. Saat itu tiba-tiba Arabella memberikan respon, dan alat-alat yang terpasang pada tubuhnya berbunyi memberikan reaksi. Ariana yang takut, langsung membawa Abimanyu untuk melarikan diri. Kabar Arabella yang sadar rupanya membuat Darshan dan Arkatama terkejut, mereka berdua pun langsung menuju ke rumah sakit untuk melihat bagaimana kondisi Arabella. Kabar ini sungguh sangat menggembirakan untuk mereka berdua, karena selama ini sadarnya Arabella yang selalu mereka nantikan. Saat di rumah sakit, kata yang pertama keluar dari Arabella adalah nama Abimanyu. Darshan dan Arka duduk di samping Arabella, mereka menunggu dokter yang sedang memeriksanya lebih lanjut. “Sepertinya keajaiban telah datang, bersyukur pada Tuhan karena akhirnya Nona Arabella bisa sadar dari komanya.” ucap dokter. “Terima kasih, dokter. Aku sangat senang mendengar kabar ini.” ucap Darsha mengucapkan terima kasih pada dokter. Lalu ia melihat ke arah Arabella yang terlihat masih bingung. Darshan mengusap lembut rambut putrinya. Ia sangat bahagia hari ini, karena Arabella telah sadar dari komanya. Setelah menjelaskan bagaimana kondisi Arabella, dokter pun kemudian pergi menuju keluar ruangan dan membiarkan Darshan bersama dengan putrinya. “Nak, bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya Darshan. “Kakak senang kau sudah sadar, Bell.” ucap Arka. Gadis yang biasa disapa dengan nama Bella itu pun tersenyum pada pria-pria yang sangat ia sayangi. “Aku baik.” jawabnya lemah. “Istirahatlah, Papa senang kau sudah sadar. Papa ingin kita berkumpul lagi seperti dulu.” “Aku juga.” jawab Bella. “Banyak beristirahatlah, agar kau cepat sembuh.” ucap Arka. “Dimana Mas Abi?” tanyanya dengan lemah. Kedua pria itu saling pandang, lalu kemudian menggelengkan kepala. Mereka memilih untuk tidak menjawab dimana keberadaan Abimanyu, karena mereka tidak mau kalau Arabella kembali menjalin hubungan dengan Abimanyu. Sebab, Abimanyu dianggap sebagai penyebab dari kecelakaan yang menimpa Arabella. — Sesampainya di rumah, Abimanyu langsung keluar dari mobil dan berjalan menuju kamarnya sendiri tanpa menggandeng Ariana seperti biasa. Hal ini semakin membuat Ariana yakin kalau Abimanyu mungkin saja mengingat sesuatu saat ia memegang tangan Arabella tadi. “Apa ini adalah tanda kalau sebentar lagi aku akan bebas.” gumam Ariana tersenyum senang. Jujur saja hal ini adalah yang sangat ia nantikan kalau Abimanyu sembuh dan Ariana bisa bebas. Karena jujur saja meski belum lama ia bekerja dengan Abimanyu, sikapnya selalu membuat Ayara selalu bersikap waspada. “Eh, tapi … kalau dia bertambah gila bagaimana?” gumam Ariana lalu kemudian ia menyusul Abimanyu ke kamarnya. Namun, sesampainya di sana kamar Abimanyu malah terkunci dari dalam. “Mas Abi, buka pintunya!” Ariana menggedor pintu kamar Abimanyu, akan tetapi tak ada tanda-tanda kalau pintu kamar itu akan dibuka olehnya. “Siapa wanita itu? Kenapa dia sangat mirip dengan Arabella.” Abimanyu berpikir sendirian di kamarnya. Ia tak memperdulikan Ariana yang tengah menggedor kamarnya, ia memilih untuk diam dan kemudian berpikir mengingat apa saja yang terjadi selama ini. Sedangkan Ariana yang berada di luar pintu, merasa panik karena takut terjadi sesuatu pada Abimanyu di dalam sana. Mungkin saja kalau pemikirannya tentang Abimanyu yang ingat akan masa lalunya hanyalah pikiran Ariana saja. Padahal mungkin saja kalau depresinya bertambah parah dan akan naik ke tahap gila. “Ya Tuhan … bagaimana ini?” Ariana pun kemudian berlari mencari bantuan dari para pelayan untuk meminta kunci cadangan kamar Abimanyu. Setelah mendapatkannya, Ariana pun lekas membuka pintu kamar dengan kunci cadangan yang ia dapatkan dari pelayan. “Mas Abiiiiiiiii ….” teriaknya lalu membuka pintu. Dan saat pintu terbuka tampaklah Abimanyu yang sedang membuka celan4nya, tadinya ia berniat untuk pergi mandi. Ia ingin mendinginkan pikirannya yang kusut dengan berendam air dingin. Siapa yang tahu, kalau Ariana akan masuk tiba-tiba di saat ia hanya mengenakan segitiga pengamannya saja. “Oh ya ampun … kenapa kau tidak pakai celan4!” pekik Ariana, sambil masuk ke dalam kamar Abimanyu lalu mengambil handuk dan ia lilitkan di pinggangnya. “Ayo pakai, jangan pamer begini, ya ampuuuuunnn … ternyata aku salah, otakmu masih konslet rupanya.” ‘Apa dia bilang? Aku konslet? Dia pikir aku lampu bohlam apa?’
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN