Sesosok terbungkus kain kafan berwarna pink polkadot duduk di bawah pohon mangga yang dekat dengan lorong yang menghubugkan antara gedung dua dan gedung tiga. Terlihat ada gurat kesedihan di matanya, masih membekas apa yag terjadi terhadapnya kemarin malam saat dia mengungkapkan apa yang dirasanya terhadap Kunti. Rasa kesepian mulai merambatinya saat dirinya kembali sendirian melewatkan malam gelap. Anya dan Unyu berlarian tak jauh darinya, di belakang mereka nampak Dora yang mengejar mereka sambil tertawa-tawa. Pocong memandang mereka dengan iri, alangkah menyenangkannya menjadi anak kecil tak perlu ada keinginan lain selain untuk bahagia yang bisa diraih hanya dengan berlar-larian saja. “Apakah salah jika aku juga ingin bahagia? Memang tidak bisa diraih hanya dengan berlar

