Aini

1252 Kata

Waktu mulai beranjak tengah malam, Hantu Bungkus dan bangsa Kuntilanak itu masih berada di tempat di mana dia menceritakan ingatannya yang sudah kembali sejak lepas Magrib tadi. Kedua rasa memang dirasakan Kunti itu, rasa bahagia dan sedih, kedua perasaan yang berseberangan. Rasa bahagia karena telah mengingat kembali kepingan-kepingan kenangan yang terjadi dengannya sewaktu masih hidup. Rasa sedih karena ternyata dengan kembalinya kenangan itu telah membangkitkan luka yang pernah menggores juga rasa dendam kepada laki-laki yang bernama Suparman itu. Sebagai seorang gadis berusia empat belas tahun yang hidup sebatang kara, berpikir untuk merantau jauh mungkin adalah sebuah jalan keluar. Mencoba untuk mengadu peruntungan di tempat lain supaya  lepas dari kemiskinan yang menjerat. Sebenar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN