Bab 22 Mawar Pembawa Masalah

1671 Kata

[Num, bisa jemput Shanum, gak? Dia minta pulang, tapi aku sedang rapot dengan Cahaya. Dia gak mau ditinggal pergi.] Aku mengetuk-ngetuk jari pada pinggiran ponsel. Tidak biasanya Shanum minta pulang cepat. Padahal waktu masih pukul sepuluh pagi. Masih jauh banget dari jam pulang Shanum yang seharusnya diantar Mas Sandi pukul tiga sore. "Hey, kok ngelamun?" Aku terkejut saat pundakku ditepuk dari belakang. Buru-buru ponsel kumasukkan ke dalam saku celana, kemudian melihat siapa yang menegurku itu. "Sita?" ucapku seraya mengurut d**a. "Kenapa, Mbak?" Dia balik bertanya. "Mantan suamiku nyuruh aku buat jemput Shanum, tapi kan aku masih kerja," kataku lesu. Ini hari minggu. Hari libur untuk mereka yang bekerja di kantoran, tapi tidak denganku. Aku tidak punya jam libur. Satu ming

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN