"STOOPPPP!!!!!" Teriak Baby.
CCIIIIIIITTTTTTT........
Gesekan ban mobil Bara yang berhenti mendadak.
"BABY b**o! LO MAU BUAT KITA KECELAKAAN? HAH?!" Teriak Bara.
Mulai sekarang Baby tidak diperbolehkan oleh dadnya membawa mobil karena semalam Baby menabrak tukang sayur yang sering lewat di kompleks rumah Baby. Cuma gerobaknya sih gak ikut abang penjualnya. Menurut Baby dadnya terlalu lebay tidak mengijinkankannya mengemudi hanya karna menabrak gerobak tukang sayur(?) Tapi Baby hanya bisa pasrah. Sehingga ia meminta Bara menurunkannya di halte dekat sekolah.
"Ish biasa aja kali kak. Gue turun disini aja" jawab Baby dengan santai padahal Bara sudah sangat kesal padanya.
"Dosa apa gue sampai punya adek kayak lo?!" Ucap Bara menengadahkan tangannya ke atas. "Hah?!" Baby mengerutkan keningnya.
"Sejak kapan lo jadi melankolis begini?" Tanya Baby heran.
"Sejak lo satu sekolah sama gue. Dulu ya gue hidup tenang sebelum lo satu sekolah sama gue. Tapi liat sekarang gue kayak pencuri yang takut ketahuan, cuman untuk ngerahasiain bahwa lo adek gue yang paling nyebelin diantara adek gue yang lain, tau nggak?!" Celoteh Bara panjang-lebar.
"Emang kakak punya berapa adek, hah? " tanya Baby menaikkan satu alisnya.
"Mmm....satu" jawab Bara polos. "Itu lo tau" ucap Baby
"Maksudnya?" Tanya Bara yang belum dapat mencerna apa yang dimaksud Baby.
"Lo cari tau aja sendiri. Weeekkkk....." ucap Baby memeletkan lidahnya dan melenggang keluar.
"EH, FLAMINI MONYET! PAGI-PAGI LO UDAH BUAT GUE MARAH! " Teriak Bara. Baby hanya tersenyum evil mendengarnya. Fix, Baby sebenarnya adik durhaka, ckckck.
Baby pun memasuki sekolahnya, dan berjalan menyusuri koridor. Memang kelasnya berada paling ujung! Bayangkan betapa lelahnya ia berjalan hanya untuk ke kelasnya saja.
Tak berapa lama kemudian seorang cowok mensejajarkan langkahnya dengan Baby.
Baby yang mengetahui hal itu langsung mempercepat langkahnya.
"Cepet amat jalannya, kayak di kejar setan aja" ucap cowok itu yang ternyata adalah Abyan yang sudah berada di belakangnya Baby.
Baby pun mendadak berhenti dan langsung berbalik menghadap Abyan. Sehingga Baby menabrak d**a bidang Abyan.
"Aww...." ringis Baby memegang hidungnya yang sedikit sakit akibat menabrak Abyan. "Lo kalo mau peluk gue bilang-bilang dong, biar gue siap-siap. Kan jadi lo yang kesakitan" ucap Abyan.
Baby yang masih tertunduk, menggosok hidungnya agar tak mengeluarkan darah. "Gak usah malu-malu gitu kali" ucap Abyan menggoda Baby.
Mendengar itu Sontak Baby menoleh pada Abyan dengan wajah dingin. "Satu, gue emang lagi dikejar setan dan setannya itu lo. Dua, gue jijik peluk lo. Tiga, gue gak malu-malu, buat apa gue malu-malu sama lo! Yang ada itu lo yang malu-maluin! Ngomong seenak jidat, lo pikir lo siapa?!" Jelas Baby yang telah meluapkan kekesalannya pada Abyan.
Abyan takjub baru kali dia mendengar cewek itu berbicara panjang lebar walau dengan kekesalan, selama ini kan dia hanya berbicara bila perlu itu pun bukan dengannya. Ya selama ini Abyan selalu memperhatikannya diam-diam.
Baby segera pergi meninggalkan cowok sok itu, namun belum satu langkah Abyan menarik tangan Baby sehingga ia berbalik menghadap Abyan lagi.
"Gue pacar lo, honey" ucap Abyan dengan pedenya. Baby hanya cengo melihatnya.
"Gila ni orang, gak kenal udah ngaku-ngaku jadi pacar gue he to the lo!" Batin Baby
"Gila" gumam Baby yang masih dapat terdengar oleh Abyan. " Iya, gue gila karena lo" kata Abyan.
"Fix, lo beneran gila" ucap Baby yang mulai waswas dan mundur satu langkah sedangkan tangannya masih di pegang Abyan.
"Gue aja gak kenal lo, gimana bisa lo jadi pacar gue?" ucap Baby dengan kening berkerut.
Abyan menarik Baby lebih dekat lagi.
"Oke. Kenalin nama gue Abyan Max Pradipta. Lo bisa manggil gue Byan ganteng, Byan cool, Byan baek. Terserah lo deh asalkan dengan embel-embel yang bagus. Biasanya sih dipanggil sayang. Oh ya kalau boleh Byan sayang atau Byan honey" ucap Abyan dengan senyum manisnya yang biasanya membuat kaum hawa klepek-klepek. Namun, tidak untuk satu cewek ini. Dia kebal begituan.
Baby hanya diam dengan wajah datar.
"Udah selesai?" Ucap Baby dan melengos pergi, ia tak sadar jika sedaritadi Abyan masih menahan tangannya, ia melangkah namun, tiba-tiba Abyan menarik Baby lebih dekat lagi dan hanya berjarak beberapa centi saja.
Baby bersikap biasa saja, sedangkan siswa lain yang menonton tayangan live ini hanya bisa gigit jari.
"Lo mau apasih?" Tanya Baby sambil melirik sekitarnya. Ia tidak suka menjadi bahan tontonan. "Gue mau lo ngenalin diri lo ke gue" ucap Abyan enteng.
"Males banget" jawab Baby singkat. "Kalo lo gak mau, gue bakal bilang sama satu sekolahan kalo lo pacar gue!" ucap Abyan santai.
"Nih anak kurang kerjaan banget sih! Dari pada buat heboh satu sekolahan mending ngenalin diri, toh cuma kenalan aja kok" batin Baby.
"Fla" ucap Baby singkat. "Kurang" kata Abyan. Baby mendengus "Flamini" ucap Baby lagi.
"Masih kurang" ucap Abyan santai, baby mendengus untuk kedua kalinya. "Flamini Baby . W" ucap Baby dan langsung berlari tak menyia-nyiakan kesempatan jika Abyan telah melepas pegangan tangannya.
"Flamini Baby. W? Oke gue panggil lo Baby atau My Baby aja sekalian" gumam Abyan.
"SEE YOU HONEY!" ucapnya tersenyum yang membuat seluruh siswa yang menontonnya hanya bisa pasrah melihat salah satu most wanted yang paling di kagumi sudah punya pacar.
Baby hanya menganggap itu angin lalu.
Tak butuh berhari-hari atau berjam-jam berita bahwa Abyan si most wanted berpacaran dengan Baby. Bahkan pada bel istirahat pertama semua warga sekolah sedang membicarakan hubungan mereka atau lebih tepatnya ber-gossip tentang mereka
"Ih Fla, mereka gossipin elo" ucap Fli melihat dua cewek di samping meja mereka dengan sinis.
Ya mereka sudah berada di kantin dan menikmati bakso mereka. "Iya Fla gara-gara kejadian tadi pagi, satu sekolahan gempar ngegosipin elo" lanjut Flo lagi mengunyah baksonya.
"Biarin aja, I don't care" ucap Baby santai. Ia telah menceritakan semuanya pada sahabatnya. Fli dan Flo hanya geleng-geleng menghadapi sikap Baby yang cuek-bebek terhadap lingkungannya.
Tiba-tiba semua kaum hawa berbisik-ah tidak lebih tepatnya berteriak histeris melihat most wanted yang sedang memasuki kantin. Berbeda dengan cewek lain tiga cewek yang tidak lain adalah Baby, Flo, dan Fla tetap memakan bakso mereka dengan santai.
Lima cowok most wanted itu Abyan, Bara, Alpha, Dico, dan Billy langsung duduk di meja Baby dan teman-temannya.
Abyan yang duduk disamping kiri Baby, Dico disamping Fli yang buat cewek itu ketar-ketir namun ditutupi oleh muka juteknya, Billy disamping Flo, Bara disamping Abyan, dan Alpha di samping kanan Baby.
Kaum hawa yang menyaksikannya dan berkata bahwa tiga cewek itu sangat-sangat beruntung duduk berada diantara most wanted.
Baby, Fli, dan Flo tetap cuek bebek dan memakan baksonya dengan santai tanpa menggubris sekitarnya. "Baru tau gue ternyata ada juga yang gak jatuh ke pesona kita" ucap Dico.
"Mereka beneran gak peka atau pura-pura gak sadar ya? "Tanya Billy kepada teman-temannya.
"Gue suka gaya mereka" ucap Abyan memandang mereka lebih tepatnya memandang Baby secara terang-terangan.
Baby sedikit risih, namun tidak mempedulikannya. Para cogan itu hanya memesan minuman saja. Bara dan Alpha hanya memainkan hpnya tanpa peduli.
Setelah Baby, Fli, dan Flo selesai makan baksonya mereka meminum minuman yang telah mereka pesan.
Melihat Baby yang minum dengan cuek, Abyan langsung merebut botol minuman Baby yang tinggal setengah. Dan langsung meminumnya padahal jelas-jelas ia lihat bahwa itu bekas Baby.
"Sedeng ni cowok! Itu kan bekas gue, bekas bibir cantik gue! Kok dia minum juga? ! Dia gak jijik apa? !" Batin Baby.
Sahabat Baby, dan sahabat Abyan termasuk Bara kaget melihat Abyan yang meminum botol bekas Baby. Dengan santai Abyan meletakkan kembali botol minuman Baby yang sudah kandas ke atas meja.
Dengan kode matanya Baby mengajak Fli dan Flo untuk segera pergi dari kantin.
Menyadari bahwa Baby ingin kabur ia menarik tangan Baby yang sudah berdiri sehingga terduduk kembali.
"Temenin gue makan baru lo boleh pergi" ujar Abyan sambil memesan bakso begitu juga teman-temannya. "Siapa lo nyuruh-nyuruh gue? ! " Batin Baby.
Dengan kesal Baby mengambil botol plastik bekas minumnya tadi dan...
PLETAK!
Baby memukul kepala Abyan dan langsung pergi meninggalkan Abyan dan cogan lain.
Fli dan Flo pun menyusulnya.
***
"Sepuluh...sembilan...enam...tiga...dua...satu..."
Teetttttt..... bel panjang berbunyi, menandakan bahwa jam pelajaran telah usai dan waktunya PULANG!
Yang tadi adalah hitungan mundur yang selalu menjadi kebiasaan Baby, Flo, dan Fla karna sudah tidak sabar menunggu bel pulang.
"Yeee.... PULANG!" Teriak Flo, dia yang selalu bersemangat jika sudah mendengar bel pulang.
"Hahahha.... Flo gila Fli" ucap Baby kepada Fli sambil tertawa.
"Udah dari sononya kali Fla, hahaha...." jawab Fli sambil tertawa.
"Dah, yuk pulang " ajak Flo.
"Yuk" ucap Fli dan Flo.
Sesampainya di parkiran Baby berpisah dengan Flo dan Fli dengan alasan mengambil buku yang ketinggalan di laci.
Sudah lima menit Baby duduk di depan dekat kursi kemudi menunggu Bara di dalam mobil namun Bara tak kunjung datang.
"Aish! Lama banget sih si Beo!" Gerutu Baby. "Beo" adalah sebutan untuk Bara karena Bara selalu ngoceh tak henti bila bersama Baby.
"Ih Baby b**o! Kan ada hp lo!" Ucap Baby pada dirinya sendiri. Namun, setelah melihat hpnya yang low ia merutuki dirinya lagi "hp low lagi, mck gimana ni?! Masa iya aku jemput kak Bara si Beo ke kelasnya! Nanti kebongkar deh" batin Baby.
Baby pun terpaksa keluar menjemput Bara namun, saat hendak membuka pintu mobil, pintu itu sudah terbuka dan yang membukanya adalah.......