--Cocok--

1153 Kata
                     "Tapi kenapa Bara jadi diem? Tadi ngoceh mulu dan tiba cewek-cewek tadi datang kok jadi bisu?  Apa jangan-jangan Bara punya..... gebetan diantara mereka? Semoga bukan dia......." batin Abyan.             Abyan langsung memberikan kunci mobilnya pada satpam rumahnya untuk menyimpan mobilnya setelah pulang dari kafe.             Abyan melangkah memasuki rumahnya yang patut di sebut istana. " LEXIIII..... KAKAK PULANG! " teriak Abyan.              "Heh! lo kalo mau teriak kayak orang utan jangan disini! di hutan sono! Bisa pecah gendang telinga gue tiap hari denger lo teriak!" Ucap Lexi kesal yang keluar dari dapur membawa cemilan di tangannya. "Heh! Adek songong lo! Durhaka sama kakak sendiri" ucap Abyan. "Biarin, weeekkk...." balas Lexi sambil melempar kepala kakaknya dengan kacang. PLETAK! "LO! " ucap Abyan sambil mengejar Lexi yang kabur ke halaman belakang. "LEXI JELEK SINI LO!" Teriak Abyan masih berlari mengejar Lexi. "GAK MAU NYET! Hahahah...." teriak Lexi yang masih berlari sambil melempari Abyan dengan kacang.                                 Halaman rumah pradipta lebih pantas di sebut lapangan karena sangat luas. Namun bedanya di situ tersedia empat ayunan, rumah pohon, taman bunga, gazebo dan kolam. Semakin lama, lari mereka sudah semakin lambat akibat kelelahan.             "Hhh...hhhh... udahan kak, gue capek" ujar Lexi ngos-ngosan sambil berbaring di rerumputan dekat taman bunga. "Gue juga capek. Lo sih cari gara-gara " ujar Abyan ikut berbaring.             Abyan dan Lexi sudah berada di ruang makan dan tentunya makan malam. Mereka sudah biasa di tinggal oleh orang tua mereka, namun hal itu tak mengurangi keharmonisan mereka.             "Lex, tadi mami telfon gak?" Tanya Abyan sambil makan buah apel. Abyan sudah selesai makan, dan Lexi masih memakan makanannya dengan anggun(?)             " Iya kak, mami bilang mereka pulang hari minggu" jawab Lexi sambil mengunyah ayam gorengnya. "Eh, kapan lo masuk? Kan udah daftar kemarin" ujar Abyan.             Lexi pindah dari sekolah lamanya karena sahabatnya. Dia terjebak friendzone . Sahabatnya pindah ke Inggris untuk di jodohkan. Sahabatnya tak tahu bahwa Lexi punya perasaan spesial kepadanya. Lexi juga baru tersadar setelah sahabatnya itu meninggalkannya ke Inggris.             " Besok kak" jawab Lexi singkat sambil meminum susunya sampai habis. "Eh nanti jangan rebut fans gue ya" ucap Abyan pede.             Mereka sudah berada di ruang santai sambil menonton Ramboo. Tapi bukan ayam yang ada di kupin-kipin, eh maksudnya upin ipin ya, ini film barat yang perang-perang.             "Haha... lo takut? Tenang aja gue gak pake rebut-rebut segala kok. Ntar pasti mereka yang datang sendiri secara kan cakepan gue dari lo" ejek Lexi. " Halah siapa bilang? Gantengan gue kalii.." balas Abyan masih dengan pedenya. " Gue. Cakepan si tumang lagi daripada lo hahahah" tawa Lexi.             "Eh nyet, ngapain gue dibanding-bandingin sama si tumang. Shawn Mendes aja kalah cakep sama Abyan Max Pradipta si tampan" ucap Abyan menepuk dadanya. " Gue setuju itu, tapi kalo gajah udah bisa terbang. Hahaha...." tawa Lexi sambil memegangi perutnya.             Abyan memutar bola matanya jengah. Memang jika mereka sedang berdebat, hal kecil pun takkan selesai jika salah satu dari mereka tidak mengalah dan kali ini giliran Abyan yang mengalah. Pukul 09.25 pm             Abyan dan Lexi sudah berada di kamarnya masing-masing. Lexi sedang mempersiapkan peralatan untuk sekolah barunya dengan semangat. Sedangkan Abyan sedang bosan di kamarnya, dan berniat chattingan dengan para sahabatnya di grup Line. Abyan : Eh nyet kok, sepi amat? Bara : lo yang monyet! Dico : Bener banget lo Bar!  Eh, lo mau bilang apa? Bara : gak bilang apa-apa Dico : Bukan lo nyet! Si monyet Abyan maksud gue.. Bara : Biasa aja kalee.... Abyan : Cuman bosen aja.  Monyet Billy sama Alpha mana? Billy : ahk!!! Berisik banget lo  Semua! Ganggu aja! Alpha : wahhh monyet gue  Lagi kangen sama gue  nih... hahaha... Billy : Eh Abyan monyet, gue  Bukan monyet ya! Alpha : Ganggu apaan Bil?  Emangnya lo lagi apa? Dico : lagi telfonan ama cewek Abyan : kok lo tau? Peramal  ya? Dico : Ia. Peramal hatimu :* Abyan : -_-" Bara : hhuueekkk... Mual gue Alpha : jijay gue! Billy : Lo hamil ya Bar?! Kok  mual? Dico : APA?! BARA HAMIL?! Abyan : cieee gue bakal punya  Ponakan nih hahaha... Bara : Heh t*i! Gue mual  Karna Abyan sama Dico  Yang alay b**o!! Dico : Hahahaha..... Alpha : Hahaha.... Abyan :Hahaha.... Billy : keekekek.... Dico : Tawa apaan itu Bil? :D Alpha : Tawa ketek hahahah... Billy : Bara mana? Ceilah.. dia Marah nyet... Bara : Berisik! Alpha : ciee marah... Dico : ada yang marah nih... Dico : kok gak ada yang bales!  Okelah gue cabut! ngantuk nih... Mau bobok...... Bye semua.... huhuhu  Lope you :* Alpha : Ish! Billy : Jijik!!             Setelah itu tak ada lagi yang membalas. "Mungkin mereka udah tidur kali " batin Abyan. Abyan yang sedang ingin memejamkan matanya tertunda akibat Lexi.             "Kak, besok kita bareng ya" ucap Lexi dibalik daun pintu kamar Abyan. "Mck, baru aja gue mau sleeping handsome . Iya tapi gue berangkat sekolah lama. Jadi jangan nyesal nantinya" jawab Abyan memejamkan matanya.             " Oke, gue balik dulu" ucap Lexi menutup pintu kamar Abyan dan menuju kamarnya untuk tidur. ***                       Baby sedang duduk di balkon kamarnya menatap bintang yang bersinar indah. "By lo kenal Abyan? " tanya Bara dari balkon kamarnya. " Gak. Dia siapa? " tanya Baby acuh.             "Yang lo lempar komik kemukanya tadi siang. Urusan apa lo sama dia? " tanya Bara, ia memang khawatir dengan adiknya itu.             " Oh, tadi pagi gue sama temen-temen gue gak sengaja nabrak dia, trus komik kami jatuh jadi aku langsung ngambilnya tanpa periksa isinya. Jadi intinya komik kami tertukar" ujar Baby panjang lebar.             " Ohhh kirain lo kenal dia" ucap Bara. " memang kenapa kak? " tanya Baby. " Gakpapa sih. Mmm... Kayaknya lo berdua cocok deh" ujar Bara.             "Berdua? Gue sama siapa? " tanya Baby polos. "Sama kambing" ucap Bara asal. "Ya sama Abyan lah" sahutnya lagi. " Gila lo! " desis Baby singkat.             "Dia itu sahabat gue By. Dia baik kok, cakep lagi. Tapi cakepan gue hahaha...." ujar Bara pede. "Dia bukan cakep kak, tapi sok cakep. Dia itu terlalu pede" ujar Baby. "Halah By. Bilang aja lo suka" ucap Bara.             " Kak ingat janji lo" ucap Baby. "Iya, sahabat gue juga gak boleh tau?" Tanya Bara. "Gak" jawab Baby singkat. "Udahan ya, gue mau bobok cantik" ucap Baby melangkah ke kamarnya. Bara hanya mengangguk.             Bara menatap rumah besar bercat biru di sebelah rumah Bara. Bara jadi teringat dengan tetangga sekaligus sahabat kecilnya. Mereka telah pindah ke Paris.             Saat itu Bara dan sahabatnya masih berumur enam tahun mereka masih polos dan tidak mengerti bahwa Paris sangat jauh. "Bala tunggu Key ya sampai Key pulang" ucap Key yang masih belum bisa mengucapkan huruf 'r'. "Iya Key. Tapi Key harus cepat pulang ya, Bala bakal nunggu Key di sini" ucap Bara memeluk Key. "Ini untukmu "kata Bara memberikan Key kalung berbandul inisial nama mereka 'B & K' kepada Key. "Makasih Bala" ucap Key.             Sampai sekarang Bara masih menunggu sahabatnya itu. Ia tidak bisa menemukan informasi tentang Key sampai saat ini namun ia masih setia menunggunya. Bara tahu ia akan kembali. Pasti!  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN