--Tertukar--

1487 Kata
            Belum sampai di kantin mereka menabrak seorang cowok. Cowok yang sama dengan yang kemarin menabrak dan menolong Baby.             Fli dan Flo cengo melihat cowok itu yang ternyata adalah Abyan Max Pradipta salah satu most wanted di sekolah mereka.  "Hai" ucap Abyan tersenyum manis yang semakin sukses membuat teman-teman Baby terbang ke dunia ke tujuh.             Namun Baby menghiraukannya. Ia memungut komik naruto nya, ia bingung, karena komik itu ada dua, komik yang satu adalah milik Abyan. Tak ingin berlama-lama di situ, Baby langsung memungut komiknya tanpa memperhatikan isi komik yang ia pegang berbeda. "Fli, Flo jadi gak ke kantinnya?" Ucap Baby melengos pergi duluan.             "Eh Fla tungguin kita dong" ucap Flo yang tersadar bahwa Baby sudah pergi. Mereka mengejar Baby. Sedangkan Abyan memungut komiknya dan langsung pergi ke kelasnya sambil tersenyum.             "Eh, girls yang tadi itu kakak kelas loh, dia itu salah satu most wanted di sekolah kita. Kalo gak salah namanya Abyan Max Pradipta" ucap Fli tersenyum bahagia karena bertemu dengan Abyan. Mereka sudah sampai di kantin dan memesan 3 mangkok bakso dan 3 ice teh.             "Lo serius Fli? Cakep banget dianya...." ucap Flo tersenyum manja sambil menyuapkan bakso ke mulutnya. " Hadehh!! Kenapa sih mereka muja-muja tu cowok. Kagak ada bagusnya elah!" Batin Baby dalam hati. "Menurut lo gimana Fla?" Tanya Fli yang sedang minum. "Biasa aja" ucap Baby cuek. "Ohokk...ohok..." Fli tersedak minumannya.             "Lo kenapa Fli? " ucap Baby polos. "Lo katarak ya Fla, coba gue liat mata lo" ucap Flo melihat mata Baby memastikan bahwa Baby baik-baik saja.                "Mereka kenapa sih?" Batin Baby. " Baik-baik aja kok, gak ada gangguan" ucap Flo melanjutkan makannya. "Fla lo buta ya? Cowok secakep itu lo bilang biasa aja? Ckckck ngeres lo" ucapnya "Whatever lah" ucapku dan melanjutkan makanku. ***             Saatnya pelajaran terakhir yaitu Matematika yang membuat seluruh kelas bosan dan mengantuk terutama Baby. POV BABY             Hooaammm.... ngantuk banget ck. Lama banget belnya bunyi. Kalian harus tahu bahwa aku paling gak suka pelajaran hitung menghitung. Males tingkat dewa jika aku menghadapi pelajaran ini.             Kulihat sekelilingku Flo sedang tidur, Fli lagi menyisir rambutnya, sedangkan yang lain ada yang ngerumpi, tidur dan main lempar kertas, ck kayak anak Tk aja.             Kuputuskan untuk membaca komikku kemarin, tinggal sedikit yang belum k*****a. Nanti aku mau ke kafe itu lagi dan mengembalikannya. Aku merogoh tasku.... dapat...             Aku membuka lembar demi lembar, kayaknya ada yang aneh deh... kemarin kan ceritanya lagi perang ama sasuke sekarang kok sama Gara sih?             Oh iya! Gue inget tadi kan komikku jatuh sama komik cowok tadi. Mck kayaknya ketuker nih. Males banget kalo gini, gak mungkin kan aku ngembaliin buku ini dan bukan buku yang kemaren, bisa-bisa aku gak dibolehin minjam buku lagi.             Mck, terpaksa harus dituker balek deh. Tapi aku kan gak tau kelasnya dimana. Tanya Fli aja kali ya, dia pasti tau. Kutarik sedikit lengan bajunya "Fli" panggilku. "Hmm...?" Gumamnya sibuk mengepang rambut panjangnya.             "Liat sini elah" ucapku kesal. "Apaan sih?" katanya sambil mengikat kepangannya yang sudah jadi. "Lo tau nggak dimana kelas cowok yang kita tabrak tadi?" Tanyaku. "Cciieeee....ah lo Fla diem-diem menghanyutkan ya. Hahaha..." tawanya pelan agar tidak terdengar oleh guru.             "Lo kira gue air apa? Komik gue ketuker sama cowok tadi b**o" ucapku kesal. "Ooh kakak cakep tadi kalo nggak salah kelas XI-1 deh" ucapnya. "Thank's infonya" kataku.  Tet........ Beruntung bel langsung bunyi.                 "MARI PULANG!" teriak Flo semangat yang membuat bu Wani melotot padanya. Dia cuman nyengir, semua menertawakannya. "Eh, Flo temenin gue nuker ini dong" ucapku memperlihatkan komik tadi.                 "Ketuker sama siapa?" Tanya Flo. "Sama cowok yang tadi "ucapku. "Ok, apapun untuk sahabat gue" ucapnya. Sahabat?                 Saat ingin keluar kelas Fli menghampiri kami. "Hhuuuu... kalian jahat banget. Masa kalian ninggalin gue" ucap Fli dramatis. Aku dan Flo hanya memutar bola mata kami jengah.                 "Temenin gue ke dalem ya" ucapku memelas menatap Fli dan Flo bergantian, Saat sudah sampai di kelas XI-1. Gue kan gak pernah masuk kelas lain. Terserah kalian mau bilang gue kuper. Soalnya gak nyaman masuk kelas lain weeek....                 "Masuk aja kali Fla kayak ada singa aja di dalem" ucap Fli memainkan hpnya. Aku menatap Flo "Males Fla" ucapnya seraya bersandar di dinding koridor kelas.                 "Temenin gue, gue janji bakal traktir kalian minum di kafe nanti" ucapku dengan puppy eyes andalanku, gakpapalah sekali-kali traktir mereka.                 Mereka menoleh mendengar tawaranku "Serius?" Ucap mereka menyelidik. "Iya, udah buruan!" ucapku menarik tangan mereka ke dalam.                              Hanya tinggal 5 orang di dalam kelas ini yang sedang bercengkerama. Loh kak Bara disini? Ini kelas kak Bara? Kok aku gak tau? Pura-pura gak kenal aja deh. "Eh Fli cowok tadi mana?" Bisikku. "Kayaknya itu deh yang ngebelakangin kita" ucapnya. Memang ada satu cowok yang membelakangi kami.                 Mereka masih asik bercanda sampai aku berdehem "ehemm" aku mendekati mereka tepatnya cowok itu. Mereka menoleh padaku termasuk kak Bara dan cowok tadi.                 Tanpa basa-basi aku langsung memberikan komiknya. "Punya kita ketuker" ucapku dingin padanya. Dia masih diam menampilkan keningnya yang berkerut menatapku. Ya ampun lelet banget ni orang.                    "Mck, komik-naruto- kita ketuker elah! Lelet banget sih!" ucapku penuh penekanan sambil menyodorkan komiknya.                 "Ciieee 'kita' !!" ucap dua orang cowok di samping kak Bara. Aku memutar bola mataku, bosan. "Oh iya!" Ucapnya teringat. Ya ampun lelet banget sadarnya, mas!                 Dia merogoh tasnya. "Nih" ucapnya memberikan komikku. Saat aku ingin mengambil komikku ia menahannya dan menatapku intens. Ck apa sih maunya!                 Tak sabar aku menarik secara tiba-tiba komikku dan melempar komiknya ke wajahnya, tidak kuat sih. Tapi ku yakin mukanya pasti sudah seperti tomat busuk. Detik kemudian teman-temannya menertawakannya termasuk kak Bara!                 Aku langsung menghampiri Flo dan Fli untuk segera pergi dari situ. Namun, saat akan keluar pintu-"sering-sering main kesini ya cantik" ucap dua orang tadi serempak.                 "Kalian bawa mobil gak?" Tanyaku saat sudah sampai di parkiran. "Bawa" ucap Flo. "Gak, biasanya gue di jemput supir" jawab Fli.             "Yaudah lo sama gue aja" ucapku menatap Fli. "Gue sama lo juga deh Fla, ntar gue suruh mobil gue dijemput" ucap Flo. Aku mengangguk dan masuk ke mobil diikuti oleh mereka. Yang pastinya aku dong yang bawa mobil. POV ABYAN             "HAHAHA" tawa kami pecah ketika Billy di putuskan pacarnya lewat hp. Baru kali ini ada yang mutusin dia, biasanya kan dia yang mutusin hahaha.... Lihat mukanya kesal setengah mati!              Namum tawa kami terhenti ketika 3 orang cewek, adik kelas masuk ke kelas kami. Dia juga ikut, ice girl itu. Dia berjalan ke arah kami, tepatnya ke arah ku. Mau ngapain?             "Punya kita ketuker" ucapnya dingin. Ketuker? Apanya yang ketuker? Kayaknya gak ada deh.             "Mck, komik. Naruto. Kita ketuker elah. Lelet banget sih! " ucapnya penuh penekanan sambil menyodorkan komik naruto..             "Cciiee... 'kita' " goda Billy dan Dico bersamaan. Ganggu aja! "Oh Iya!"ucapku refleks. Gue lupa tadi pagi kami tabrakan jadi komikku dan komiknya jatuh, trus dia langsung ambil tanpa liat isinya. Salah dia kan readers?             Aku merogoh tasku. "Nih" ucapku memberikan komiknya. Kerjain ah! Hihihi... Saat ia ingin mengambil komiknya aku menahannya dan menatapnya. Cantik.             Aku tersadar ketika dia menarik komiknya tiba-tiba. Kuat juga ternyata dia, padahal dia cewek. Namun ia langsung melemparkan komikku tepat di wajah tampanku!  s**t!              Berani-beraninya dia! Gak sakit sih, tapi malunya itu broo... mau ditaruh dimana muka gue yang cakep ini! Gue diketawain curut bangke lagi! Ck...             Ketika ingin melangkah keluar pintu mereka terhenti karna curut berdua Billy dan Dico bilang " sering-sering datang kesini ya cantik" ckckck. ... gombal aja kerjaan dua curut ini. Gue juga sih hehehe....             "Hahaha gue gak nyangka seorang Abyan di remehin sama cewek man! " ejek Billy. "Ah berisik lo! " ucapku. " Kafe yuk! " ajak Dico. Kami hanya mengiyakannya.                          Sesampainya disana kita langsung masuk, dan yah... seperti biasanya Billy dan Dico selalu menggoda pelayan disitu yang buat mereka salting. Bara? Dia tuh tipikal cowok pendiem dan dingin pokoknya gak banyak ngomong. Pelayan datang membawa pesanan kami plus cake.             "Ahahahaha...." siapa sih berisik banget, mana cempreng lagi ketawanya! Ganggu aja! "Hai sayang" itu suara Billy. "Kita jumpa lagi, jodoh kali ya" ujar Dico kepada tiga cewek yang tadi jumpain kita di kelas! Ngapain mereka disini? Inikan tempat umum Byan b**o!             Kulihat cewek rambut yang di kepang tersenyum malu, ketika Dico mengedipkan sebelah matanya padanya. Sedangkan yang rambut pendek sebahu menunjukkan tangannya yang terkepal ke arah Billy, kayaknya dia tomboy deh.             Yang satu lagi? Jangan ditanya! Mukanya bener-bener datar kayak aspal! Aspal masih mending ada polisi tidurnya. Hahaha...         "Gila" itu bukan suara gue! Itu suara cewek dingin itu karna liat gue ketawa! Ck! Gadis aneh!           Goda dia ah! Ku kedipkan sebelah mataku pada gadis dingin itu. Biasanya sih cewek-cewek bakalan seneng atau balas kedipin matanya ke aku, tapi mari kita liat reaksinya. Dia memutar bola matanya! Dia belum jatuh ke pesona gue ternyata. Kita liat aja nanti gue bakal jinakin dia hahaha....             Memang meja mereka bersebrangan dengan meja kami, jadi kami bisa leluasa liat mereka. Ck, cewek itu kelihatan kompak banget sama mereka, ya iyalah mereka kan sahabatnya! Otak gue mulai geser dikit readers.             Tapi kenapa Bara jadi diem? Tadi ngoceh mulu, tiba cewek-cewek tadi datang kok jadi bisu? Apa jangan-jangan Bara.....    
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN