bc

Dicampakkan Mantan Dinikahi Bos Besar Mantan

book_age18+
292
IKUTI
6.3K
BACA
contract marriage
one-night stand
family
HE
love after marriage
fated
friends to lovers
boss
drama
sweet
bxg
bold
brilliant
city
office/work place
assistant
like
intro-logo
Uraian

(WARNING, HANYA UNTUK YANG BERUMUR 21+ MOHON BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN)

Betapa pilunya nasib Kiara, di malam pernikahannya, ia menemukan Aaron, calon suaminya sedang bercinta dengan Clarissa yang merupakan pasangan dalam film yang mereka perankan. Dan membuat pernikahannya hancur dalam semalam. Apalagi ternyata Aaron ingin menikahinya hanya karena ingin memanfaatkannya semata.

Seolah belum cukup kehancurannya, di malam yang sama, ia malah terjebak insiden yang membuat kesuciannya terenggut oleh laki-laki asing yang tak dikenalnya. Ia bahkan harus melarikan diri dari rumah karena Rudy, ayah tirinya, yang terus berniat menjualnya kepada tuan tanah sebagai penebus hutang-hutangnya.

Di saat ia merasa sangat putus asa dan hancur, ia kembali bertemu laki-laki asing itu yang ternyata adalah Alexion J. Winter, yang merupakan bos besar di mana Aaron bekerja dan menawarkan kehidupan baru untuknya.

Akankah Kiara menerima uluran tangan Alexion walau hanya sebagai istri rahasia dan kerjasama saling memanfaatkan semata?

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1 Malam Pernikahan
“AARON! BA****AN KAU!” jerit Kiara histeris karena melihat pemandangan yang benar-benar menghancurkan hatinya hingga berkeping-keping. Aaron, calon suaminya sedang bergerak liar di atas tubuh Clarissa Lynn, pasangan Aaron dalam film yang baru saja mereka bintangi. “Kau... Kau bilang nggak hubungan apa-apa sama dia ....” gugu Kiara dengan suara putus asa. Melihat kedatangan Kiara yang tiba-tiba, sontak membuat Aaron melompat menjauh dari Clarissa yang ikut histeris dan menyembunyikan diri di balik selimut tebal. “Kia? Sayang, kenapa kau bisa ada di sini? Ini nggak seperti yang kau kira! Aku bisa jelaskan semuanya!” pekik Aaron seraya menutupi dirinya dengan celana bokser dengan terburu-buru. “Tiga jam lagi kita menikah, Aaron! Aku bahkan telah selesai dirias! Kamu lihat ini?” gugu Kiara seraya memperlihatkan gaun pengantin yang ia kenakan dan mencoba merusaknya dengan menarik-narik lengan dan roknya. “Kia! Jangan begitu, Sayang ....!” sergah Aaron melompat mendekat pada Kiara. “Kalian menjijikkan! Aku mau membatalkan pernikahan kita, Aaron!” pekik Kiara seraya berlari keluar kamar hotel dengan tergesa-gesa. Namun demikian dengan sigap, Aaron menarik lengan Kiara untuk menghadapnya, “Jangan macam-macam kamu! Mana mungkin pernikahan kita batal!” sergah Aaron dengan menggeram, “Lagi pula ini hanya main-main, nggak seperti yang kamu kira dan ....” “Main-main? Apa karena kau artis, jadi, semua hal kau anggap main-main seperti dalam film?” sela Kiara dengan suara bergetar menahan emosi di dalam dirinya. “Nggak usah lebay, deh. Ini hal biasa, lagian dia memang pacarku, semua orang tahu kami pacaran. Tapi, aku tetep akan nikahi kamu, harusnya kamu seneng nikah sama artis kayak aku, dan lagu-lagumu nggak akan ada harganya kalau bukan sama aku,” ujar Aaron dengan seenaknya dan membuat Kiara membeliak terkejut disertai tawa getir. “Jadi kamu menikahi aku karena lagu-laguku? Agar kamu nggak perlu membayar semua royalti lagu-laguku? Begitu? Dasar kau laki-laki ba***at, Aaron!” geram Kiara dengan suara semakin bergetar tak kuasa lagi menahan tangisnya. “Nggak gitu, ayolah ....” “Lepas! Aku mau pulang!” sambung Kiara menarik tangannya dari genggaman Aaron yang melemah, karena laki-laki itu sibuk menutupi tubuhnya dengan bantal dengan tangan kirinya. “Kia, tunggu! Kia...!” pekik Aaron melihat Kiara berhasil melepaskan diri darinya dan berlari menuju pintu keluar yang terbuka. Kiara mengabaikan panggilan itu dan terus berlari di lorong kamar menuju lift yang ada di ujung lorong. ‘Kamu bener-bener jahat, Aaron! Tega-teganya kamu ....’ jerit Kiara dalam hati di sela isaknya. Ia yang sibuk dengan kesedihannya tak menyadari beberapa pasang mata sedang mengawasinya dari ujung lorong yang lain. Apalagi saat menyadari langkah Kiara yang semakin terlihat gontai tatkala menuju pintu lift, hingga ia duduk berjongkok di depan pintu lift yang masih tertutup dan menangis tersedu-sedu. Hingga beberapa saat lamanya, tiba-tiba saat pintu lift terbuka, dua laki-laki segera menyergap Kiara dan menyeret paksa Kiara untuk masuk ke dalam lift. Kiara menjerit ketakutan. “TIDAK! SIAPA KALIAN! TOLONG!” jerit Kiara ketakutan setengah mati. “Diam, anak manis! Kami akan membuatmu bahagia malam ini, jangan menangis!” desis satu laki-laki berbadan tinggi besar itu seraya memegangi kedua tangan Kiara yang mencoba berontak. Sementara laki-laki yang lain berusaha membuka gaun pesta yang Kiara kenakan, “Apa pernikahanmu telah gagal? Sayang sekali. Tetapi, tenang saja, malam ini tetap akan menjadi malam pertama pengantinmu, Sayang,” sambung yang lainnya diiringi dengan tawa berderai keduanya. “Enggak! Lepas! Tolong!” gugu Kiara di sela isaknya. Hingga sesaat sebelum pintu lift itu tertutup, tiba-tiba sebuah sepatu pantofel hitam menghalangi tertutupnya pintu lift dan sempat membuat lift tersendat karenanya dan sontak membuat ketiganya menoleh ke arah sumber perkara. Untuk sesaat mereka tertegun menatap sosok laki-laki yang baru datang itu, yang berdiri dengan sikap menantang. Hal itu mau tak mau membuat seseorang di antara mereka melepaskan genggamannya pada Kiara, yang mencoba beringsut menjauh dari keduanya. “Hei, siapa kau? Pergi dari sini, jangan ikut campur!” tegur laki-laki berbadan lebih kurus. “Dia istriku!” sela laki-laki asing dengan suara tegas dan dalam. Kedua laki-laki itu saling berpandangan untuk sesaat sebelum akhirnya terbahak-bahak. “Tutup matamu, sampai aku perintahkan untuk terbuka,” ujar laki-laki asing itu menatap Kiara dalam-dalam dan membuat Kiara menutup matanya rapat-rapat seketika dengan patuh. Hingga tak berapa lama kemudian terdengarlah suara berdebuk dengan cepat disertai pekik kesakitan dan umpatan marah dari kedua laki-laki itu. Hal itu membuat Kiara semakin meringkuk ketakutan memeluk dirinya dan merapatkan dirinya di dinding lift bagian dalam. ‘Apa yang terjadi? Oh, jantungku rasanya nggak karuan! Ya Allah, gimana ini?’ jerit Kiara ketakutan setengah mati. Hingga akhirnya, beberapa kali suara gaduh berbenturan di dinding itu membuat Kiara spontan membuka mata dengan tersentak. Dan, ia semakin terkejut saat melihat cecer darah di lantai lift hingga di lantai lorong depan lift. Kiara semakin terperangah ketakutan tanpa bisa bergerak mau pun berbicara saat laki-laki asing itu memukul kuat-kuat lawannya hingga menambah luka di wajahnya dan menambah percikan darah di lantai. Dan kedua laki-laki itu terkapar tak berdaya di lantai. ‘Oh, apa mereka mati? Mereka dibunuh? Gimana ini?’ Belum sempat Kiara memikirkan apa yang terjadi, tiba-tiba laki-laki asing itu berjalan ke arahnya dan meraih pinggang dan kakinya dengan seenaknya. “Sudah kubilang tutup matamu,” ucap laki-laki itu dengan tenang seraya membopong tubuh Kiara yang gemetar hebat akibat menahan takut setengah mati. Mendengar ucapan itu Kiara kembali menutup matanya rapat-rapat seketika dengan kedua tangannya, hingga ia merasakan entakkan tubuh laki-laki maskulin itu seolah mendorong benda keras dengan punggungnya. Dan benar saja, kini Kiara telah duduk di sebuah kamar hotel yang cukup mewah dan luas. Ia yang tak bisa berkata-kata, apalagi bergerak karena rasa bingung dan takutnya, hanya bisa menatap ke sekeliling ruangan itu dengan menahan panik. “Tolong bereskan mereka. Maaf, aku sedikit membuat gaduh. Oh, ya. Kali ini aku tak akan menolak paketmu, aku sangat menyukainya. Thanks.” Laki-laki itu melemparkan ponsel genggamnya di sofa setelah berbicara dengan seseorang, seraya melepaskan kemeja putihnya yang terdapat percikan darah di sana sini dan melemparkannya begitu saja ke lantai kamar. “Ternyata kau cukup percaya diri. Kau datang padaku dengan baju pengantin, seolah-olah kau siap menjadi pengantinku,” ujar laki-laki itu seraya menatap tajam pada Kiara yang membeku diam. “Ap-pa?” gugu Kiara dengan gugup bercampur bingung. “Tapi, aku mengakui, kau sangat berani dan ....” Laki-laki itu menggantungkan ucapannya seraya berjalan mendekat pada Kiara dengan langkah-langkah panjang yang tiba-tiba mengungkung Kiara, “Cantik ....” Laki-laki itu membelai wajah Kiara yang ketakutan melalui ujung jarinya dengan lembut dan membuat Kiara mundur seketika dan membuatnya terperangkap di sandaran sofa, “Baiklah, mari kita menikmati malam pernikahan kita.” “Tunggu, apa maksud ....” Ucapan Kiara tertelan oleh pagutan bibir laki-laki asing itu yang tiba-tiba melesak masuk dengan terburu-buru. Bahkan kedua tangan Kiara telah ada dalam genggaman laki-laki itu dan membuatnya tak berkutik sama sekali. Apalagi setiap Kiara bergerak, semakin ia terkungkung oleh laki-laki asing itu yang semakin memperdalam pagutannya dan menelan semua jeritan Kiara. ‘TIDAK! TOLONG! JANGAN! TIDAAAAAKKK ....!’

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.0K
bc

TERNODA

read
198.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.7K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
63.0K
bc

My Secret Little Wife

read
132.2K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook