Pengakuan

1230 Kata

Pesona Sang Madu 19 Pengakuan   “Kamu tidak boleh menyingkirkannya, dia sedang mengandung anak Rasyad. Kamu tau itu.” Lyra terdiam, ia tidak mau menyangkal perkataan Ranty karena semua yang dikatakan Ranty benar. “Mungkin Lyra akan bersabar menunggu anaknya lahir, Bun.” Lyra berkata lirih. Kemudian Ranty dan Lyra saling diam, Lyra larut dengan perasaanya, menyesal telah berbuat terlalu jauh tanpa memikirkan akibat yang akan ia tanggung. “Dek, lihat ponsel abang?” Tiba-tiba Rasyad datang menghampiri. “Abang letakkan tadi di atas kulkas, tapi lupa abwa karena terburu-buru.” Rasyad melanjutkan perkataannya. Lyra mengulurkan ponsel yang tergeletak di sampingnya ke Rasyad. Rasyad menerima ponsel yang diberikan Lyra dengan tatapan aneh. “Kamu kenapa, Dek?” tanya Rasyad lagi, karena ia m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN