Pesona Sang Madu 18 Pengakuan Lyra Banyak lagi pesan senada yang di kirimi Zahra, karena penasaran, Lyra menggeser layar ke atas, ia mau membaca semua percakapan Zahra dengan Rasyad. Lyra meremas kuat ponsel Rasyad, kedua matanya mulai berembun. Ia tidak percaya jika Rasyad juga sangat perhatian kepada Zahra. padahal sudah berulang kali Lyra memperingati mereka berdua, ternyata di belakan Lyra, Rasyad menuruti semua permintaan Zahra. “Ly ....” Lyra tersentak, ponsel Rasyad telah terjatuh dari tangannya. “A-ada apa, Bun?” tanya Lyra gagap. “Kamu kenapa? Siapa yang menelpon?” tanya Ranty dengan suara lembut. “Ti-tidak ada, Bun. Hanya teman kerja Bang Rasyad.” jawab Lyra. “Teman kerja Rasyad atau Zahra?” tebak Bunda. Wajah Lyra langsung berubah menjadi pias sewaktu Ranty menyebut

