Pesona Sang Madu 33 Jangan Salahkan Lyra Getaran di tubuh Lyra semakin menjadi ketika bayangan itu hadir kembali di ingatan Lyra. Lyra memejamkan matanya mencoba mengusir bayangan suami dan madunya. Ia memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya. Hingga Lyra merasakan ada tangan yang membawa tubuhnya bersandar. Nyaman, itulah yang Lyra rasakan ketika tangan tersebut mengusap pelan kepalanya. Beberapa menit ia bertahan pada posisi itu. Posisi yang mampu meringankan beban pikirannya. “Kalau tidak kuat, jangan berlagak kuat.” Lyra membuka matanya, kemudian menarik kepalanya dari dekapan orang itu. Ia adalah Hendri, yang mengikuti lyra sejak mereka keluar dari area rumah sakit. “Minum.” Hendri menawarkan sebotol minuman isotonik kepada Lyra. Lyra mengambil botol tersebut karena ia m

