Pesona Sang Madu 32 Maju atau Mundur Lyra duduk tergugu di belakang pintu. Mulutnya ia tutup dengan ujung jilbab yang ia kenakan supaya suara tangisnya tidak terdengar sampai ke dalam ruangan. Berkali-kali ia memukul dadanya yang terasa sakit karena melihat kejadian tadi, namun rasa sakit yang ia rasakan tidak berkurang karena pukulan itu. Beberapa orang yang lalu lalang melihat Lyra dengan tatapan heran, bahkan ada tenaga medis yang mendekatinya dan menanyakan apa yang terjadi. Lyra hanya menjawab mereka dengan gelengan kepala, karena ia sendiri juga belum mampu untuk bersuara. Sekarang ia sudah puas menangis, suara tangisnya hanya menyisakan sesegukan kecil saja. Ia kemudian berdiri dengan sisa tenaga yang ia miliki, beruntung tadi di rumah ia menyempatkan diri untuk sarapan. Rantang

