Pesona Sang Madu 43 Rasyad - Ruzayn “Papa ... itu tante!” Ruzayn menunjuk Lyra, di ikuti dengan pandangan lelaki yang menggendongnya. Lyra terhenyak begitu juga dengan lelaki tadi, senyum yang terbentuk di wajah Lyra memudar. Ia mundur beberapa langkah, kemudian berlari meninggalkan mereka. “Tante!” “Deeek!” Ayah dan anak itu bersamaan memanggil Lyra yang berlari menjauhi mereka. Jantung Lyra serasa mau keluar ketika matanya dan mata Rasyad saling tatap, sesaat ia merasakan dunianya berhenti berputar. Lalu hati dan pikirannya memerintahkan ia untuk segera lari disana. Lyra mengambil langkah seribu dan tidak mau lagi melihat ke belakang. Nafas Lyra masih terengah-engah, ia duduk di balik pintu kondominium yang baru saja di kuncinya. Lyra duduk meluruskan kaki dan mengatur detak j

