Pesona Sang Madu 44 Tangis Ruzayn “Dek.” Tanpa Lyra sadari, Rasyad sudah berdiri di belakangnya, bahkan dua tangan Rasyad sekarang sudah berada di pundak Lyra. Lyra tersentak, ia menggeser tubuhnya ke samping. Dua tangannya meraih gelas dari dalam lemari penyimpanan. Tanpa menoleh ke belakang ia mengisi gelas tersebut dengan minuman kaleng yang ia ambil dari dalam kulkas. Kemudian ia melangkah keluar tanpa memedulikan Rasyad yang ada di sana. “Dek.” Langkah Lyra terhenti ketika tangan Rasyad mencekal salah satu pegelangan tangannya. “Lepaskan!” perintah Lyra. Suaranya bergetar, bukan karena takut melainkan karena gelenyar yang di timbulkan dari peredaran darahnya akibat kulit tangan Rasyad yang bersentuhan dengan kulitnya. “Tidak akan,” ucap Rasyad. “Lepaskan!” Lyra berkata se

