Pesona Sang Madu 27 Kertas USG Rasyad membimbing Zahra, tangannya terus saja melingkar di pinggang Zahra yang mulai membesar. Zahra merasakan kehangatan dari sikap Rasyad pagi ini. Dalam hati ia mengucapkan syukur kepada tuhan, salah satu hal yang ia impikan sudah terwujud pagi ini. “Tunggu disini, abang tebus obat di apotik dulu.” ucap Rasyad setelah memastikan Zahra duduk di kursi samping pengemudi. Baru tiga langkah berjalan, Rasyad menghentikan langkahnya. Ia merasa ada sesuatu yang tertinggal dan mengharuskannya untuk berbalik. Rasyad membuka pintu mobil di tempat Zahra duduk, ia lalu berjongkok di sana. satu tangannya terangkat dan mengusap perut Zahra. Kedua bola mata Zahra membesar karena tidak percaya dengan sikap Rasyad yang tiba-tiba saja berubah. “Bang,” Zahra memanggil

