Hendri

1089 Kata

Pesona Sang Madu 28 Hendri Segelas Capuccino diletakkan Rasyad dengan pelan tepat di hadapan Hendri. Hendri mengangkat sedikit kepalanya, lalu kembali fokus ke notebook yang sedang dipegangnya. Jam istirahat sebentar lagi akan berakhir, biasanya mereka makan siang bersama dan bercerita seputar pekerjaan yang mereka jalankan sampai jam berakhir. Siang ini, Hendri istirahat sendiri meninggalkan Rasyad yang sedang berkutat dengan laporan yang baru ia kerjakan setelah Hendri memergokinya memegang kertas USG Zahra. “Mau kopi?” tawar Rasyad. Hendri tidak bergeming, ia tidak menolak dan tidak mengiyakan Rasyad. Ada beberapa email yang dibacanya dari perusahaan pusat terkait laporan meeting yang ia kirim beberapa jam yang lalu. “Sorry ….” Rasyad meneguk kopinya setelah mengucapkan kata maaf.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN